Sabtu, 05 Mei 2012

Unsur Ins dan ekstrinsik Cerita Rakyat

Diposting oleh Novita Putri di 07.06

Si Sigarlaki dan Si Limbat
Dari : Sulawesi utara

     Pada  jaman dahulu di Tondano hiduplah seorang pemburu perkasa yang bernama Sigarlaki. Ia sangat terkenal dengan keahliannya menombak. Tidak satupun sasaran yang luput dari tombakannya.
        Sigarlaki mempunyai seorang pelayan yang sangat setia yang bernama Limbat. Hampir semua pekerjaan yang diperintahkan oleh Sigarlaki dikerjakan dengan baik oleh Limbat. Meskipun terkenal sebagai pemburu yang handal, pada suatu hari mereka tidak berhasil memperoleh satu ekor binatang buruan. Kekesalannya akhirnya memuncak ketika Si Limbat melaporkan pada majikannya bahwa daging persediaan mereka di rumah sudah hilang dicuri orang.     
        Tanpa pikir panjang, pada saat pagi itu si Sigarlaki langsung menuduh pelayannya itu yang mencuri daging persediaan mereka. Si Limbat menjadi sangat terkejut. Tidak pernah diduga majikannya akan tega menuduh dirinya sebagai pencuri. Tapi ia yakin kalau semua ini hanya cobaan dari Tuhan. 
       Lalu Si Sigarlaki meminta Si Limbat untuk membuktikan bahwa bukan dia yang mencuri. Caranya adalah Sigarlaki akan menancapkan tombaknya ke dalam sebuah kolam. Bersamaan dengan itu Si Limbat disuruhnya menyelam. Bila tombak itu lebih dahulu keluar dari kolam berarti Si Limbat tidak mencuri. Apabila Si Limbat yang keluar dari kolam terlebih dahulu maka terbukti ia yang mencuri.
        Syarat yang aneh itu membuat Si Limbat ketakutan. Tetapi bagaimana pun juga ia berkehendak untuk membuktikan dirinya bersih. Lalu ia pun menyelam bersamaan dengan Sigarlaki menancapkan tombaknya.
        Baru saja menancapkan tombaknya, tiba-tiba Sigarlaki melihat ada seekor babi hutan minum di kolam. Dengan segera ia mengangkat tombaknya dan dilemparkannya ke arah babi hutan itu. Tetapi tombakan itu luput. Dengan demikian seharusnya Si Sigarlaki sudah kalah dengan Si Limbat. Tetapi ia meminta agar pembuktian itu diulang lagi.
      Dengan berat hati Si Limbat pun akhirnya mengikuti perintah majikannya. Baru saja menancapkan tombaknya di kolam, tiba-tiba kaki Sigarlaki digigit oleh seekor kepiting besar. Ia pun menjerit kesakitan dan tidak sengaja mengangkat tombaknya. Dengan demikian akhirnya Si Limbat yang menang. Ia berhasil membuktikan dirinya tidak mencuri. Sedangkan Sigarlaki karena sembarangan menuduh, terkena hukuman digigit kepiting besar dan akhirnya Sigarlaki pun menyesal karena ia tidak percaya dengan perkataan si Limbat.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


#Unsur-unsur Instrinsik : 
   
 Tema               : Si Sigarlaki yang gegabah dan Si LImbat yang sabar.
 Dikutip dari    : "Tanpa pikir panjang, si Sigarlaki langsung menuduh pelayannya itu yang  mencuri daging persediaan mereka." dan "Dengan berat hati Si Limbat pun akhirnya mengikuti perintah majikannya"

 Latar Waktu        : Pagi hari.
 Dikutip dari         : "pada saat pagi itu"

 Latar Tempat     : Di Kolam.
 Dikutip dari        : "Baru saja menancapkan tombaknya di kolam"

 Latar Suasana    : Ketakutan.
 Dikutip dari        : "Syarat yang aneh itu membuat Si Limbat ketakutan"

  Penokohan         : a.) Sigarlaki       : Gegabah dalam mengambil keputusan
  Dikutip dari       : "Tanpa pikir panjang, si Sigarlaki langsung menuduh pelayannya itu yang  mencuri daging persediaan mereka."
                               b.) Limbat          : Sabar dan berusaha untuk membutikkan bahwa dia tidak  
                                                            bersalah.
                               "Dengan berat hati Si Limbat pun akhirnya mengikuti perintah majikannya"

 Sudut Pandang       : Orang ketiga di luar cerita

  Alur                        : Maju

  Gaya Bahasa          : Mudah Dimengerti

  Amanat                  : Jangan suka menuduh orang  tanpa bukti yang jelas.



#Unsur Ekstrinsik :
1.       1. Budaya                 : adat Sulawesi  Utara


2.        2. Nilai Moral          : Jangan menuduh orang sembarangan, karena kebenarannya belum tentu dan nanti pasti akan mendapat balasannya. Dikutip dari Sedangkan Sigarlaki karena sembarangan menuduh, terkena hukuman digigit kepiting besar.”


3.            3.  Nilai Agama        : Janganlah kita menuduh orang dengan sembarangan, karena nanti kita pasti akan mendapatkan balasan dari Tuhan.  Bersabarlah ketika kita dituduh melakukan yang tidak kita lakukan, karena itu hanyalah cobaan dari Tuhan yang akan menjadikan kita lebih baik lagi. “Tapi ia yakin kalau semua ini hanya cobaan dari Tuhan.”


4.      4. Nilai Sosial           : Seharusnya kita bisa percaya dengan orang lain, walaupun orang itu adalah seorang pelayan.



5.         5. Keterkaitannya dengan nilai-nilai kehidupan sehari-hari :
Kita tidak boleh menuduh orang sembarangan (tanpa bukti), karena nanti kita pasti akan men-dapatkan balasan dari Tuhan dan orang yang kita tuduh pasti akan tersinggung. Kita juga harus bisa percaya dengan orang lain, walaupun orang itu adalah seorang pelayan, pembantu ataupun sejenisnya agar kita tidak menyesal di hari esok.


9 komentar:

Thya karisma mengatakan...

makasih Novi....ceritanya bagus buat pr aku..

Novita Putri on 28 Oktober 2012 05.01 mengatakan...

iya sama" :)
maaf ya aku ngepostingnya rada berantakan, hehe :D

Anonim mengatakan...

wah bagus nih, ceritanya. Ijin copas ya, buat tugas B. Indo

♠ It's Nayo ♠ on 23 Februari 2013 05.06 mengatakan...

gomawo novi-ya buat unsur ekstrinsik nya ^^

Novita Putri on 18 April 2013 20.02 mengatakan...

cheonma cingu :)

revinirosenory mengatakan...

Ada unsur intrisik yang mana?

Bagas anggara on 5 Maret 2015 13.59 mengatakan...

Thanks ya Nov...

Bagas anggara on 5 Maret 2015 14.00 mengatakan...

Thanks ya Nov...

Awhy Alamsyah on 4 Agustus 2015 02.06 mengatakan...

bagus banget ... izin copas yaah untuk tugas sekolahku ... dan salam kenal novita

Posting Komentar

 

UkiranJemariku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos